Tampilkan postingan dengan label sistem informasi psikologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sistem informasi psikologi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 November 2018


Elemen-elemen dan Karakteristik Dalam Membangun Model Suatu Sistem
A.    Elemen Sistem
Sistem adalah elemen-elemen yang saling berhubungan dan membentuk satu kesatuan atau organisasi. Sementara Mc. Leod (dalam Al Fatta, 2007), mendefiniskan sistem sebagai sekelompok elemen-elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan. Menuurt Scott (dalam Al Fatta, 2007), sistem terdiri dari unsur-unsur seperti input, pengolahan serta keluaran
1.      Tujuan
Setiap sistem memiliki tujuan (Goal), entah hanya satu atau mungkin banyak. Tujuan inilah yang menjadi pemotivasi yang mengarahkan sistem. Tanpa tujuan, sistem menjadi tak terarah dan tak terkendali.
2.      Input
Sumber data (data, bahan baku, peralatan, energi) dari lingkungan yang dikonsumsi dan dimanipulasi oleh suatu sistem.
3.      Output
Sumber daya atau produk (informasi, laporan, dokumen, tampilan layer komputer, barang jadi) yang disediakan untuk lingkungan sistem oleh kegiatan dalam suatu sistem.
4.      Proses
Proses merupakan bagian yang melakukan perubahan atau transformasi dari masukan menjadi keluaran yang berguna dan lbih bernilai, misalnya berupa informasi dan produk, tetapi juga bisa berupa hal-hal yang tidak berguna.

DAPUS:
Al Fatta, H. (2007). Analisi dan perancangan sistem informasi untuk keunggulan bersaing
                        perusahaan dan organisasi modern. Yogyakarta: ANDI.

B.     Karakteristik Sistem
Menuru Al Fatta (2007), terdapat karakteristik sistem yang dapat membedakan suatu sistem dengan lainnya:
1.     Batasan
Pengambaran dari suatu elemen atau unsur mana yan termasuk di dalam sistem dan mana yang di luar sistem.
2.     Lingkungan
Segala sesuatu di luar sistem, lingkungan yang menyediakan asumsi,, kenedala, dan input terhadap suatu sistem.
3.     Masukan
Sumber daya (data, bahan bauku, peralatan, energi) dari lingkungan yang dikonsumsi dan dimanipulasi oleh suatu sistem.
4.     Keluaran
Sumber daya atau produk (informasi, laporan, dokumen, tampilan layer komputer, barang jadi) yang disediakan untuk lingkungan sistem oleh kegiatan dalam suatu sistem.
5.      Komponen
Kegiatan-kegiatan atau proses dalam suatu sistem yang mentrasformasikan input menjadi bentuk setengah jadi. Komponen ini bisa merupakan subsistem dari sebuah sistem.
6.     Penghubung
Tempat dimana komponen atau sistem dan lingkungannnya bertemu atau berinterakhsi.
7.     Penyimpanan
Area yang dikuasai dan digunakan untuk penyimpanan sementara dan tetap dari  informasi, energi, bahan baku, dan sebagainya. Penyimpanan merupaka suatu media penyangga di anatara komponen tersebut bekerja dengan berbagai tinkatan yang ada dan memungkinkan komponenn yang berbeda dari berbagai data yang sama.

DAPUS:
Al Fatta, H. (2007). Analisi dan perancangan sistem informasi untuk keunggulan bersaing
                        perusahaan dan organisasi modern. Yogyakarta: ANDI.

C.    Contoh Kasus
     Dalam era globalisasi, penggunaan sistem informasi psikologi di Indonesia sudah tidak asing lagi justru malah semakin berkembang. Perkembangan dalam penggunaan sistem informasi psikologi dapat dilihat pada kegiatan sehari-hari didalam perusahaan. Seorang HRD bertugas untuk menyeleksi karyawan yang ingin masuk dan menduduki posisi tertentu dalam suatu perusahaan. Dengan adanya sistem informasi psikologi membantu memudahkan HRD dalam proses Perhitungan IQ atau skor psikotest para calon pegawai perusahaan yang sudah diberikan. Karna sangat tidak efisien jika dilakukan secara manual terhitung dalam jumlah peserta yang banyak.
     Suatu sistem informasi yang berguna untuk penggunanya dimana sistem tersebut sangat bermanfaat dalam mencapai suatu tujuan. Sistem ini semakin membuat pengolahan data menjadi suatu kegiatan tersendiri. Seperti hal nya pada saat ini banyak sekali software yang berguna untuk membantu menghitung hasil IQ atau hasil dari psikotes yang sudah dberikan kepada para calon pegawai. Seperti software untuk menghitung hasil dari  test psikologi DISC, EPPS, RMIB, Pauli test, IST, maupun WAIS. Dengan adanya bantuan sistem informasi tersebut pengolahan data dapat menjadi efektif dan mempersingkat waktu.

D.    Contoh Model Sistem Infomasi Psikologi
1.      Tujuan
Menurut sejarahnya, test RMIB disusun oleh Rothwell Miller pertama kali pada tahun 1947. saat itu RMIB test hanya memiliki 9 jenis kategori dari jenis-jenis pekerjaan yang ada. Kemudian pada tahun 1958, tes diperluas dari 9 kategori menjadi 12 kategori oleh Kenneth Miller. Tes ini disusun dengan tujuan untuk mengukur interest/minat seseorang berdasarkan sikap seseorang terhadap suatu pekerjaan, hal yang didasarkan atas ide-ide stereotype terhadap pekerjaan yang bersangkutan.
2.      Input
Terdiri dari identitas testee berupa nama, usia, jenis kelamin, tanggal lahir, dan tanggal pengerjaan tes. Tes RMIB ini dapat dimasukkan ke dalam susunan baterry tes. Memiliki tingkat kemudahan yang tinggi saat dikerjakan oleh subjek dan lebih cocok diberikan pada orang dewasa.
3.      Proses
Tes interest Rothwell-Miller (RMIB) dapat diberikan kepada seseorang secara perseorangan ataupun masal. Kepada mereka diinstruksikan untuk membuat rengking dari daftar pekerjaan yang tersedia dalam formulir tes. Rengking di mulai dengan no 1 untuk pekerjaan yang paling disukai dalam satu kelompok dan berakhir dengan no 12 untuk pekerjaan yang paling tidak disukai, sesuai dengan jumlah pekerjaan yang terdapat satu kelompok. Instruksi biasanya sudah terdapat dalam formulir sehingga bagi mereka responden yang sudah dewasa dapa di instruksikan untuk membaca sendiri kecuali untuk orang dewasa yang mempunya intelejensi rendah.
4.      Output
Sesudah rengking di buat oleh responden, maka hasil rengking tersebut kemudian di pindahkan ke dalam suatu kerangka yang terdapat di bagian terakhir dari formulir tes ini.


Sabtu, 29 September 2018


Apa yang dimaksud dengan
SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI ?

A.  Pengertian Sistem
  1. Menurut Jogiyanto (2005), suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan.
  2. Menurut Gaol (2008), sistem adalah hubungan satu unit dengan unit-unit lainnya yang saling berhubungan satu sama lainnya dan tidak dapat dipisahkan serta menuju satu kesatuan dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Apabila satu unit terganggu maka unit lainnya pun akan terganggu untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Sebuah sistem terdiri atas bagian-bagian yang saling berhubungan dan beroperasi secara bersamaan untuk merealisasikan formulasi tujuan yang telah ditetapkan. Sebuah sistem bukanlah seperangkat unsur yang tersusun secara tak beraturan melainkan terdiri atas unsur-unsur yang dapat saling berkaitan untuk suatu tujuan atau sasaran tertentu.
  3. Menurut Hutahaean (2012), sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan kegiatan atau untuk melakukan sasaran yang tertentu.
  4. Menurut Tyoso (2016), sistem merupakan suatu kumpulan dari komponen-komponen yang membentuk satu kesatuan. Suatu sistem beroperasi di dalam lingkungan tertentu yang dibatasi oleh batasan-batasan tertentu.
  5. Menurut Anggraeni dan Irviani (2017), sistem adalah kumpulan orang yang saling bekerja sama dengan ketentuan-ketentuan aturan yang sistematis dan terstruktur untuk membentuk satu kesatuan yang melaksanakan suatu fungsi untuk mencapai tujuan.


Berdasarkan pengertian menurut tokoh-tokoh diatas maka dapat disimpulkan bahwa sistem adalah suatu jaringan yang saling berhubungan antara unit satu dengan unit yang lainnya, saling berinteraksi, bekerjasama menuju satu kesatuan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

B.  Pengertian Informasi
  1. Menurut Jogiyanto (2005), informasi dapat didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian (event) nyata (fact) yang digunakan untuk pengambilan keputusan.
  2. Menuurt Gaol (2008), informasi adalah segala sesuatu keterangan yang bermanfaat untuk para pengambil keputusan atau manager dalam rangka mencapai tujuan organisasi yang sudah ditetapkan sebelumnya.
  3. Menurut Hutahaean (2012), informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya.
  4. Menurut Tyoso (2016), informasi adalah konsep kerangka kerja yang umum dan fakta-fakta yang diketahui, informasi bertumpu pada konteks dan pengetahuan umum si penerima untuk kepentingannya.
  5. Menurut Anggraeni dan Irviani (2017), informasi adalah data yang diolah menjadi lebih berguna dan berarti bagi penerimanya, serta untuk mengurangi ketidakpastian dalam proses pengambilan keputusan mengenai suatu keadaan.


Berdasarkan pengertian menurut tokoh-tokoh diatas maka dapat disimpulkan bahwa informasi adalah hasil dari pengolahan data berupa suatu keterangan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian nyata.

Apa itu “ Sistem Informasi ?”

Jadi, Menurut Anggraeni dan Irviani (2017) sistem informasi merupakan suatu kombinasi teratur dari orang-orang, hardware, software, jaringan komunikasi dan sumber daya data yang mengumpulkan , mengubah, dan menyebarkan informasi dalam sebuah organisasi. Sedangkan menurut Hutahaean (2012), sistem informasi adalah suatu sistem didalam organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengelolaan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial, dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang dibutuhkan.

C.  Pengertian Psikologi
  1. Menurut Basuki (2008), psikologi adalah ilmu pengetahuan (ilmiah) yang mempelajari perilaku, sebagai manifestasi dari kesadaran, proses mental, aktivitas motorik, kognitif dan juga emosional.
  2. Menurut Puspitawati, Hapsari, & Suryaratri (2012), psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dan proses mental. Perilaku yang dimaksud adalah aktivitas atau tindakan manusia yang kelihatan maupun tidak kelihatan, yang disadari maupun tidak disadari sebagai cara bereaksi terhadap segala sesuatu yang datang dari luar dirinya.
  3. Menurut Wade dan Tavris (2015), psikologi adalah sebuah disiplin ilmu yang berfokus pada perilaku dan berbagai proses mental serta cara perilaku dan berbagai proses mental ini dipengaruhi oleh kondisi mental organisme dan lingkungan eksternal.


Berdasarkan pengertian menurut tokoh-tokoh diatas maka dapat disimpulkan bahwa psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dan berbagai proses mental yang dipengaruhi oleh kondisi mental organisme maupun lingkungan eksternal.

D.  Pengertian Sistem Informasi Psikologi

Jadi, Apa itu SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI ?

Berdasarkan pengertian-pengertian yang sudah dijelaskan, maka dapat disimpulkan bahwa Sistem Informasi Psikologi adalah suatu sistem yang didalamnya terdapat kombinasi antara manusia dengan teknologi yang bertujuan untuk mengolah data mengenai perilaku manusia dan proses mental sehingga menghasilkan informasi yang dapat diguakan sesuai dengan tujuannya.




DAFTAR PUSTAKA

Anggraeni, E, Y. & Irvani, R. (2017). Pengantar Sistem Informasi. Yogyakarta: C.V Andi Offset.
Basuki, H, A.M. (2008). Psikologi Umum. Jakarta: Universitas Gunadarma.
Gaol, J.L. (2008). Sistem informasi manajemen. Jakarta : PT Gramedia.
Hutahaean, J. (2012). Konsep Sistem Informasi. Yogyakarta: DEEPUBLISH.
Jogiyanto. (2005). Pengenalan Komputer. Yogyakarta: C.V Andi Offset.

Puspitawati, I., Hapsari, I, I., & Suryaratri, R, D. (2012). Psikologi Faal.    Jakarta: PT Remaja Rosdakarya.

Tyoso, Jaluanto sunu punjul. (2016). Sistem Informasi Manajemen. Yogyakarta: DEEPUBLISH.

Wade, C. & Tavris, C. (2015). Psikologi Edisi ke-9 Jilid 1. Jakarta: Erlangga.